Lika Liku Luka Panas dingin kerap terjadi Diantara dua melodi yang kian meninggi Tak pernah ku temui ritme yang sama lagi Sedang badan bergoyang pun tak jadi Inikah yang sebenarnya terjadi Pukul sepuluh kurang seperempat Kembali terdengar aku si paling jahat Diantara banyaknya peran Harus aku yang dipilih untuk dikorbankan Setelah sapaan kawan diikrarkan Kali kedua untuk luka yang sama Memberikan tangan pada belati di meja Merajang buah segar yang seharusnya Namun jemari ini yang dipinta Menjadi titik buta atas segala asumsi yang ada Usah berkata membela Siapapun tau aku aktornya Penghalang fatamorgana Dari relasi indah penuh warna Dengan warna merah muda merona Seharusnya hilang dari awal bersua Takkan jauh dari kata gembira ria Ya Lika Liku Luka Peran utama adalah aku bukan kita Karena aku semua tak lagi sama katanya Kini luka memanjang, dipupuk oleh sangka yang sa...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
USAH USANG Oleh : Rozakul Khayat Kembali dituliskan pada apa yang sebelumnya terlewati. Setip itu tak guna, karna tak ada bukti terjadi. Ya katanya, namun setelahnya titik tak berawal lagi. Jeda bukan lagi dengan spasi, berganti lembar baru bahkan sering terjadi. Lantas apakah ini akan terbaca dan dibaca lagi? Ada koma di setiap jalan, Menghela sebentar untuk cerita yang baru dimulai Ada awan yang menggelap, Menjelma semua harapan pada tanah yang gersang Ada pula akar yang tak nampak, Menggegam erat, menyerap dan menerus untuk tumbuh Usah melihat, usang adanya yang nampak Oleh mata yang hanya melihat diri, Tanpa tau banyak hal bersikeras untuk membantunya berdiri Bahkan sebelumnya pernah demikian Tercatat rapi dan terngiang-ngiang Mungkinkah tabiat atau seolah dibuat Birumu akan menghijau terpancar kuningnya Atau kembali setelahnya? Usah lagi melihat, Usang yang nampak Menyusun lagi warna da...
Puisi Kembali "K.C.A.B"
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
K.C.A.B Berpadu rayu suasana Beriringan serima seirama Mengantarkan asa pada masanya Mendampingi ulat di dalam pupa Sejatinya, semua akan dilalui setelahnya Bercandu pangku menunggu Tersadar terbangun terburu-buru Ah! Waktu ini terlalu cepat berlalu Nampak semu akan bayang-bayangmu Tinggalku, memaku kaku termangu Ujung dari perjalanan adalah kembali Memberi apa yang telah kita miliki Bersanding dengan mereka yang setia menemani Dan mereka yang andil mematri kisah ini Tak dapat menampik, kita bisa berdiri kali ini September ini, Kembali lagi Marwah diri terbentuk atas apa yang telah disyukuri Mengakui setiap diri adalah milik sang Illahi Menengadah setiap hari Kembali lagi Cipta karya Sang Maha Kuasa Menghadirkan kembali menghias dunia September ini bercerita ketika kita lupa Kita ada orang lain bahagia Dan selesai itu belum apa-apa Seksama Biomethagreen di pinggir asrama menyapa Mengulas balik, apa yang telah dilewati bersama Kita manusia, tebarkan kebermanfaatan untuk sesama Aku...
Kejujuran Mengantarkan pada Hidayah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Abdullah bin Mas’ud atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Mas’ud. Seorang anak miskin yang tinggal di dekat rumah Rasulullah SAW saat itu. Ibnu Mas’ud adalah seorang anak kecil berjiwa kuat dan jujur. Ia dikenal sebagai seorang penggembala kambing yang cekatan oleh tetangga-tetangganya. Ratusan kambing ia tangani dan tidak satu pun luput dari pengawasannya. Ia pula yang mengatur makan dan minum gembalaannya tersebut dengan sangat telaten. Setiap hari ia selalu merawat kambing yang bukan miliknya itu dengan penuh kasih sayang. Pada suatu ketika Rasulullah dan Abu Bakar lewat di sebuah padang yang luas tempat Ibnu Mas’ud menggembala kambingnya. Mereka melihat kambing-kambing gembalaan Ibnu Mas’ud yang gemuk dan sehat. Merasa dahaga dan lelah terbesitlah dalam pikiran mereka berdua untuk meminum susu gembalaan tersebut. Kemudian mereka berdua menghampiri Ibnu Mas’ud yang terlihat sibuk mengatur kambing-kambingnya. Ketika ditanya adakah kambing yang dapat diperas susu...
Kandungan Surat Ali Imron Ayat 190 - 194
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
[3:190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, [3:191] (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. [3:192] Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. [3:193] Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun b...
Etika Melakukan Amalan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Etika dalam Melakukan Amalan Imam Ghazali telah menerangkan beberapa etika menjalankan sebuah amalan atau doa. Apabila seseorang hendak melaksanakan amalan sunnah, atau memohonkan sesuatu yang dihajatkannya kepada Allah Ta’ala , hendaknya seseorang tersebut melakukannya dengan sebaik-baiknya dan secermat-cermatnya etika-etika berikut ini: ü Pilih Waktu Tepat Seseorang muslim dalam berdoa atau saat melaksanakan amalan-amalan sunnah hendaknya memilih waktu yang baik, sehingga apa yang dipanjatkan, bisa dikabulkan oleh Allah Ta’ala . Seperti pada hari Arafah, hari Jum’at, bulan Ramadhan atau dikeheningan malam hari. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah bersabda: “Sebaik-baik hari dimana matahari terbit adalah hari Jum’at, pada hari Jum’at Nabi Adam diciptakan, dimasukan surga dan pada hari itu pula dia dikeluarkan dari surga. D...
Bahaya Riba
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
BAHAYA RIBA DI AKHERAT Selain bahaya di dunia, maka riba juga mengakibatkan bahaya mengerikan di akhirat, antara lain: 1. Bangkit Dari Kubur Dirasuki Setan. Ini telah diberitakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam Alquran dan dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya : ع َنْ عَوْفِ بن مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :”إِيَّايَ وَالذُّنُوبَ الَّتِي لا تُغْفَرُ: الْغُلُولُ، فَمَنْ غَلَّ شَيْئًا أَتَى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَآكِلُ الرِّبَا فَمَنْ أَكَلَ الرِّبَا بُعِثَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَجْنُونًا يَتَخَبَّطُ”, ثُمَّ قَرَأَ: “الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ” Dari ‘Auf bin Malik, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah dosa-dosa yang tidak terampuni: ghulul (mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi; khianat; korupsi). Barangsiapa melakukan ghulul ...