Lika Liku Luka
Panas dingin kerap terjadi
Diantara dua melodi yang kian meninggi
Tak pernah ku temui ritme yang sama lagi
Sedang badan bergoyang pun tak jadi
Inikah yang sebenarnya terjadi
Pukul sepuluh kurang seperempat
Kembali terdengar aku si paling jahat
Diantara banyaknya peran
Harus aku yang dipilih untuk dikorbankan
Setelah sapaan kawan diikrarkan
Kali kedua untuk luka yang sama
Memberikan tangan pada belati di meja
Merajang buah segar yang seharusnya
Namun jemari ini yang dipinta
Menjadi titik buta atas segala asumsi yang ada
Usah berkata membela
Siapapun tau aku aktornya
Penghalang fatamorgana
Dari relasi indah penuh warna
Dengan warna merah muda merona
Seharusnya hilang dari awal bersua
Takkan jauh dari kata gembira ria
Ya Lika Liku Luka
Peran utama adalah aku bukan kita
Karena aku semua tak lagi sama katanya
Kini luka memanjang, dipupuk oleh sangka yang salah arah,
Memaksaku memakai mahkota dari segala yang dianggap parah
Kau rayakan amarahmu di atas punggungku yang kian lebam,
Menjadikanku kambing hitam dalam bisu yang tak kunjung padam
24/02/2026
Jl Sanggi Bengkunat, Sukaraja, Semaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar