Selasa, 24 Februari 2026

Lika Liku Luka

 

Panas dingin kerap terjadi

Diantara dua melodi yang kian meninggi

Tak pernah ku temui ritme yang sama lagi

Sedang badan bergoyang pun tak jadi

Inikah yang sebenarnya terjadi

 

Pukul sepuluh kurang seperempat

Kembali terdengar aku si paling jahat

Diantara banyaknya peran

Harus aku yang dipilih untuk dikorbankan

Setelah sapaan kawan diikrarkan

 

Kali kedua untuk luka yang sama

Memberikan tangan pada belati di meja

Merajang buah segar yang seharusnya

Namun jemari ini yang dipinta

Menjadi titik buta atas segala asumsi yang ada

 

Usah berkata membela

Siapapun tau aku aktornya

Penghalang fatamorgana

Dari relasi indah penuh warna

Dengan warna merah muda merona


Seharusnya hilang dari awal bersua

Takkan jauh dari kata gembira ria

Ya Lika Liku Luka

Peran utama adalah aku bukan kita

Karena aku semua tak lagi sama katanya      


Kini luka memanjang, dipupuk oleh sangka yang salah arah,

Memaksaku memakai mahkota dari segala yang dianggap parah

Kau rayakan amarahmu di atas punggungku yang kian lebam,

Menjadikanku kambing hitam dalam bisu yang tak kunjung padam


24/02/2026

Jl Sanggi Bengkunat, Sukaraja, Semaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar