USAH USANG
Oleh : Rozakul Khayat
Kembali
dituliskan pada apa yang sebelumnya terlewati.
Setip
itu tak guna, karna tak ada bukti terjadi.
Ya
katanya, namun setelahnya titik tak berawal lagi.
Jeda
bukan lagi dengan spasi, berganti lembar baru bahkan sering terjadi.
Lantas
apakah ini akan terbaca dan dibaca lagi?
Ada koma di setiap jalan,
Menghela sebentar untuk cerita yang baru dimulai
Ada awan yang menggelap,
Menjelma semua harapan pada tanah yang gersang
Ada pula akar yang tak nampak,
Menggegam erat, menyerap dan menerus untuk tumbuh
Usah
melihat, usang adanya yang nampak
Oleh
mata yang hanya melihat diri,
Tanpa
tau banyak hal bersikeras untuk membantunya berdiri
Bahkan
sebelumnya pernah demikian
Tercatat
rapi dan terngiang-ngiang
Mungkinkah
tabiat atau seolah dibuat
Birumu
akan menghijau terpancar kuningnya
Atau
kembali setelahnya?
Usah
lagi melihat, Usang yang nampak
Menyusun
lagi warna dalam gelap
Berkilau
tak terpancar, Redup hilang senyap
Merasa
dengan sederhana, Memberi seperti biasanya
Semua
akan menemukannya sendiri
Berbenah
bukan karena lain arti
Warnanya
jelas berbakti
Redupnya
berbekas termaknai
(Lampung,
Januari 2026)
Cakeeeppp
BalasHapus