Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026
Lika Liku Luka   Panas dingin kerap terjadi Diantara dua melodi yang kian meninggi Tak pernah ku temui ritme yang sama lagi Sedang badan bergoyang pun tak jadi Inikah yang sebenarnya terjadi   Pukul sepuluh kurang seperempat Kembali terdengar aku si paling jahat Diantara banyaknya peran Harus aku yang dipilih untuk dikorbankan Setelah sapaan kawan diikrarkan   Kali kedua untuk luka yang sama Memberikan tangan pada belati di meja Merajang buah segar yang seharusnya Namun jemari ini yang dipinta Menjadi titik buta atas segala asumsi yang ada   Usah berkata membela Siapapun tau aku aktornya Penghalang fatamorgana Dari relasi indah penuh warna Dengan warna merah muda merona Seharusnya hilang dari awal bersua Takkan jauh dari kata gembira ria Ya Lika Liku Luka Peran utama adalah aku bukan kita Karena aku semua tak lagi sama katanya       Kini luka memanjang, dipupuk oleh sangka yang sa...